Selasa, 03 Januari 2012

Notebook kamu ada tampilan A disk read error occured,

Coba coba solusi yang saya berikan ini




Anda pernah mendapatkan pesan error ‘A Disk Read Error Occured’? Selamat, Anda baru saja masuk dalam daftar panjang pengguna Windows yang dirugikan oleh Microsoft. Maaf, bukan maksud saya mengolok-olok Anda karena ini tidak ada kaitannya samasekali dengan apa yang telah Anda lakukan. Diskusi panjang dalam forum membuktikan bahwa sudah sekian banyak orang yang mengadukan permasalahan ini sejak awal 2004 dan telah banyak vendor hardware yang melakukan pembuktian bahwa ini bukan sebab dari kesalahan fisik hardware, tapi murni karena kesalahan sistem. Ironisnya, Microsoft sama sekali tidak memberikan petunjuk apapun.
Jadi tenang saja, permasalahan ini tidak ada kaitannya samasekali dengan perubahan hardware yang Anda lakukan. Anda tidak perlu membeli harddisk atau hardware lain! Tak ada yang salah dengan PC Anda. Lalu bagaimana ini bisa terjadi? Silakan simak ulasan lengkapnya berikut ini…
Pengalaman yang menyebalkan
Seorang pengguna komputer yang suka ngoprek mengaku pernah mengalami permasalahan dengan pesan error di atas. Cerita ini berawal ketika dia bepergian dengan membawa laptop kesayangannya. Tiba-tiba muncul pesan “A Disk Read Error Occured. Press CTRL+ALT+DEL to restart”..
Dia termasuk beruntung karena sudah terbiasa membuat backup image instalasi Windowsnya sehingga dengan mudah instalasi Windows dapat dikembalikan ke kondisi normal. Sesampainya di tujuan ternyata pesan error tersebut muncul kembali. Paling-paling kalo beruntung Windows hanya bertahan beberapa saat hingga laptop di-reset. Begitu terus hingga dia hampir putus asa dan membeli harddisk baru. Dia sudah mencoba banyak hal mulai dari me-reset BIOS, mengganti kabel, bahkan mencoba ganti harddisk! Beberapa forum juga menyarankan untuk memakai Recovery Console windows untuk melakukan Fixmbr, Fixboot, ataupun Scandisk /r. Tak satupun berhasil.
Dari berbagai pengalaman korban, dapat diambil hipotesa sebagai berikut:
Kata kuncinya adalah 137GB
Windows mengakses harddisk dengan mode akses 48bit. Dengan mode ini Windows bisa membaca partisi aktif maksimal 137GB (dari SP2 ke bawah). Ketika harddisk laptop diupgrade dari paket asli 80GB menjadi 160GB dan akhirnya 250GB. Harddisk 250GB ini dipartisi menjadi dua bagian, 80GB untuk sistem dan sisanya kurang lebih 170GB digunakan sebagai partisi Data. Dugaan sementara kesalahan akan muncul ketika proses recovery selesai, Windows berusaha menuliskan data pada sektor terakhir partisi diatas 137GB. Sama halnya jika pada posisi tersebut Anda menyimpan data Anda. Windows akan memunculkan pesan error setelah shutdown dan data tersebut sudah tertulis di sana. Sampai disini tak ada perbaikan MBRapapun yang bisa mengatasi.
Alternatif Solusi
Menurut informasi, Windows juga akan mengalami masalah jika partisi utama/partisi booting berukuran lebih dari 137GB karena Windows akan menuliskan suatu data khusus di akhir partisi tersebut. Oleh karena itu, selama Anda tidak menuliskan data apapun pada lokasi yang sama, Windows akan berjalan normal. Namun jika Anda menuliskan data apapun di sana, Windows akan bertingkah aneh dan tidak mau booting, apapun yang Anda upayakan. Untuk mengatasinya ada beberapa cara sebagai berikut:

Cara #1
  1. Hapus sebagian data pada partisi Anda yang berukuran >=137GB kemudian perkecil partisi tersebut menjadi kurang dari 137GB. Maka secara ajaib Windows akan berjalan normal.
  2. Jika masih belum berhasil, gunakan perintah Fixboot, Fixmbr dengan Recovery Console.
  3. Alternatif lainnya, timpa MBR atau perbaiki partisi dengan program partisi independen
Cara #2
  1. Download Easeus Partition Manager (8,81MB) [Alternatif]
  2. Copot harddisk Anda dari PC yang sedang terkena musibah dan pasang di PC lain yang sehat dengan konektor USB atau pasang di rak harddisk dengan posisi sebagai Slave.
  3. Pastikan Anda memilih “Check the disk for errors”, BUKAN untuk melakukan recovery bad sector. Langkah ini akan memastikan file sistem Anda lengkap dan bekerja dengan baik. Jika partisi Anda dibaca sebagai RAW, Easeus akan memperbaiki partisi serta file system dan mengembalikan pengaturannya ke posisi semula. Program ini juga membantu memperbaiki gejala kesalahan proses booting dan restart yang tidak prosedural.

Sumber:
http://guntingbatukertas.com/sistem-operasi/windows/harddisk-read-error-pesan-pembacaan-gagal-windows/#ixzz1iSnA1F3l
Klik Untuk Baca Selanjutnya >>

Rabu, 10 Agustus 2011

Puasa Yang Nikmat

Kita selama ini mencari apakah arti Puasa dibulan Ramadhan, termasuk saya hehehehe.
jadi yang kita sadari selama ini yaaaa Sahur trus buka puasa .... padahal dalam kaitanya dengan keimanan sangat manjur untuk menekan hawa nafsu yang tidak terkontrol seperti marah, nangis trs jengkel. apalagi di zaman yang serba rumit ini, hehehehhe(bagi yang mrasa sih)

oke deh balik ke masalah lagi. begini.....auntuk menemukan nikmatnya puasa kita terlebih dahulu menyadari adanya sang pencipata ayaitu Allah SWT, trus bagaimana membuat puasa ini berjalan dengan selayaknya. walaupun kerja keras dan mencari keringat disiang hari tapi kita tetep enjoy aja..yaitu tadi kita yakin aja bahwa kewaiban kita melakukan ibadah seperti kewajiban Allah memberikan udara untuk kita bernafas. Insyaallah barokah. selamat menunaikan ibadah puasa 2011.
jaminan 100% PUASA NGGAK BIKIN MANUSIA MATI
Klik Untuk Baca Selanjutnya >>

Selasa, 04 Januari 2011

Lagi, Penampakan Alien di Mars

Penampakan di atas batu permukaan Planet Mars (Foto: BBC)

WASHINGTON - Sebuah "penampakan" misterius terlihat dalam gambar yang diambil Wahana Spirit milik NASA dari permukaan Planet Mars. Banyak yang menduga, penampakan sosok yang sangat menakjubkan itu menyerupai bentuk putri duyung dalam dongeng.

Seperti dilansir BBC.com, Kamis (24/1/2008), penampakan itu menyerupai wujud manusia yang sedang duduk di atas bongkahan batu di permukaan Planet Merah itu.

Gambar yang beredar di internet itu merupakan jepretan Wahana Spirit pada tahun 2004. Beberapa bloger sudah ramai membicarakan adanya penampakan mahluk asing atau alien tersebut. Tapi, sebagian dari bloger justru menilai itu adalah hanya rekaan gambar trik kamera saja.

Tetapi, beberapa dari mereka justru menilai lain. Anggapan bloger sangat bervariasi, ada yang menyebutkan penampakan itu dari mirip Bunda Maria hingga bigfoot.

Situs Badastronomy.com justru melontarkan pendapat lainnya. "Apakah itu seorang pria? Benda itu adalah sebuah bongkahan batu kecil yang memiliki ketinggian hanya beberapa inci. Benda itu berjarak hanya beberapa kaki dari pesawat penjelajah," tulis Badastronomy.com
Kutipan Okezone.com
Klik Untuk Baca Selanjutnya >>

Jumat, 31 Desember 2010

Asal Usul Suku Rejang Yang ada di Propinsi Bengkulu Indonesia

Asal usul suku Rejang hingga saat ini masih belum diketahui secara jelas. Kisah-kisah mengenai suku Rejang sampai saat ini hanya didasarkan pada keterangan-keterangan ahli Tembo dan Adat Rejang. Menurut Tembo dan Adat Rejang, suku Rejang berasal dari Bedaracina yang datang ke Daerah Bengkulu melalui Pagarruyung dan menetap di suatu lembah subur, yang kemudian mereka sebut Renah Sekalawi. Orang pertama yang memimpin suku bangsa Rejang adalah Sutan Sriduni.
Setelah berkembang, keturunan rombongan pertama yang dipimpin oleh Sutan Sriduni menganggap bahwa Renah Sekalawi merupakan tanah asal-usul mereka. Dalam perkembangan selanjutnya suku Rejang terbagi dalam empat kelompok besar yang disebut Petulai. Keempat Petulai tersebut masing-masing dipimpin oleh seorang pimpinan yang disebut Ajai. Keempat Ajai tersebut adalah:
  1. Ajai Bintang, memimpin di Sadei (desa) Pelabai Lebong yang terletak di Marga Suku IX Kecamatan Lebong Utara;
  2. Ajai Siang, memimpin di Sadei Siang Lakat yang terletak di Marga Jurukalang Kecamatan Lebong Selatan;
  3. Ajai Malang, memimpin di di Sadei Bandar Agung yang terletak di Marga Suku IX Kecamatan Lebong Utara; dan
  4. Ajai Begelang Mato, memimpin di Sadei Kutai Belek Tebo, yang terletak di Marga Suku VIII Kecamatan Lebong Selatan.
Selanjutnya suku Rejang didatangi oleh empat orang bangsawan dari Kerajaan Sriwijaya yang mampu menanamkan pengaruhnya kepada suku Rejang. Keempat bangsawan ini kemudian kawin dengan puteri-puteri para Ajai dan selanjutnya diangkat menjadi pimpinan ke empat Petulai. Keempat bangsawan Sriwijaya tersebut diberi gelar Bikaw (berasal dari kata Biku atau Biksu) dan masing-masing memimpin satu kesatuan kekeluargaan yang diberi nama sesuai dengan identitas kelompok masing-masing. Para Bikaw dan kelompok masyarakatnya tersebut adalah:
  1. Bikaw Sepanjang Jiwo, memimpin Marga Tubai yang terletak di Pelabai;
  2. Bikaw Bermano, memimpin Marga Bermani yang terletak di Kutei Rukam dekat dusun Tes sekarang;
  3. Bikaw Bejenggo, memimpin marga Selupuak yang terletak di Batu Lebar dekat Anggung Rejang di Kesambe;
  4. Bikaw Bembo, memimpin marga Jurukalang yang terletak di Suka Negeri dekat Tapus (hulu Sungai Ketahun).
Keempat kelompok masyarakat di bawah pimpinan para Bikaw kemudian disebut Rejang Empat Petulai (Jang Pat Petulai), yang terdiri dari Petulai Tubai (Tubai), Petulai Jurukalang, Petulai Selupuak dan Petulai Bermani. Pada masa itu di setiap Petulai terdapat Kuteui (desa yang berdiri sendiri) sebagai suatu kelompok masyarakat hukum adat di bawah Petulai. Kepala Kuteui di sebut Tuai Kuteui dan dalam menjalankan pemerintahannya dibantu oleh Kepala Sukau/Sadei.
Dari generasi ke generasi Petulai-Petulai tersebut tersebar ke wilayah-wilayah sepanjang aliran sungai Musi, Sungai Ketahun, Sungai Kelingi, pesisir pantai, dan tempat-tempat lainnya. Dalam tembo tempat-tempat perpindahan ini disebut Sindang Empat Lawang, Sindang Beliti, Ulu Musi, Renah Pesisir dan Renah Ketahun.
Di sekitar awal abad XVII Masehi, diadakan permufakatan besar suku bangsa Rejang yang dipimpin oleh Petulai dan pecahan-pecahan Peulai dari keempat wilayah Lebong. Permufakatan besar ini bertujuan untuk membina persatuan dan kesatuan suku bangsa Rejang. Keputusan-keputusan penting dari permufakatan besar tersebut antara lain:
  1. Seluruh daerah yang didiami oleh suku bangsa Rejang dibagi dalam empat Luak, yaitu Luak Lebong, Luak Ulu Musi, Luak Lembak Beliti dan Luak Pesisir.
  2. Pecahan-pecahan Petulai Tubai di luar wilayah Lebong diakui keberadaannya dan disebut Migai (Merigi), sedang pecahan di dalam wilayah Lebong disebut Sukau Delapeun (Suku VIII) dan Sukau Semilan (Suku IX).
  3. Pemberian gelar Depati bagi para pemimpin Petulai, yaitu:
    1. Depati Pasak Bumi bagi Sapau Lanang, pemimpin Petulai Bermani di Kuteui Rukam;
    2. Depati Rajo Besar bagi Rio Tado, pemimpin Petulai Jurukalang di Tapus;
    3. Depati Tiang Alam bagi Ajai Malang, pemimpin Petulai Selupuak di Atas Tebing;
    4. Depati Kemala Ratu bagi Ki Pati, pemimpin pecahan-pecahan petulai Sukau Delapeun di Karang Anyar.
  4. Dalam bidang pertahanan dan keamanan diadakan pembagian tugas sebagai berikut:
    1. empat orang pemimpin Sindang Empat Lawang dan lima orang pemimpin Sindang Beliti menjaga ancaman musuh dari Timur;
    2. sebelas orang pemimpin dari Renah Pesisir dan tujuh orang pemimpin Renah Ketahun menjaga ancaman musuh yang datang dari laut.
Pemerintahan kolektif di seluruh suku bangsa Rejang di mulai saat ini dengan pimpinan keempat Depati tersebut bersama-sama. Oleh sebab itu, pemerintahan kolektif empat Depati ini disebut dengan istilah pemerintahan Depati Tiang Empat. Koordinator pemerintahan ini adalah Ki Pandan, pimpinan pecahan petulai Sukau Semilan yang berkedudukan di Bandar Agung dengan gelar Rajo Depati.
Selanjutnya suku bangsa Rejang memiliki satu kesatuan pimpinan adat yang dipegang oleh Depati Tiang Empat. Segala perselisihan adat atau bila ada kekacauan dilaporkan kepada Depati Tiang Empat yang memutuskan kata akhir. Demikian pula apabila ada keturunan pecahan petulai Tubai di luar Lebong mengalami kesulitan dan kekurangan akan hal adat.
Pemerintahan kolektif Depati Tiang Empat ini terus berjalan secara turun-temurun hingga sampai pada awal penjajahan Belanda (1860/1860 Masehi). Namun setelah itu secara bertahap, pemerintah penjajah mulai menghilangkan eksistensi pemerintahan Depati Tiang Empat ini.
Suku bangsa Rejang telah mengenal tulis baca karena mereka telah memiliki huruf tersendiri yang disebut oleh sebahagian ahli sebagai tulisan Rencong. Masyarakat Rejang sendiri menyebut tulisan mereka sebagai huruf Ka Ga Nga. Huruf ini dahulu dapat digunakan oleh para pemimpin suku bangsa Rejang, Palembang, Serawai, Komering dan Lampung. Perbedaan huruf Rencong dari masing-masing suku bangsa tersebut memang ada, tapi tidaklah banyak.
Klik Untuk Baca Selanjutnya >>