Selasa, 04 Januari 2011

Lagi, Penampakan Alien di Mars

Penampakan di atas batu permukaan Planet Mars (Foto: BBC)

WASHINGTON - Sebuah "penampakan" misterius terlihat dalam gambar yang diambil Wahana Spirit milik NASA dari permukaan Planet Mars. Banyak yang menduga, penampakan sosok yang sangat menakjubkan itu menyerupai bentuk putri duyung dalam dongeng.

Seperti dilansir BBC.com, Kamis (24/1/2008), penampakan itu menyerupai wujud manusia yang sedang duduk di atas bongkahan batu di permukaan Planet Merah itu.

Gambar yang beredar di internet itu merupakan jepretan Wahana Spirit pada tahun 2004. Beberapa bloger sudah ramai membicarakan adanya penampakan mahluk asing atau alien tersebut. Tapi, sebagian dari bloger justru menilai itu adalah hanya rekaan gambar trik kamera saja.

Tetapi, beberapa dari mereka justru menilai lain. Anggapan bloger sangat bervariasi, ada yang menyebutkan penampakan itu dari mirip Bunda Maria hingga bigfoot.

Situs Badastronomy.com justru melontarkan pendapat lainnya. "Apakah itu seorang pria? Benda itu adalah sebuah bongkahan batu kecil yang memiliki ketinggian hanya beberapa inci. Benda itu berjarak hanya beberapa kaki dari pesawat penjelajah," tulis Badastronomy.com
Kutipan Okezone.com
Klik Untuk Baca Selanjutnya >>

Jumat, 31 Desember 2010

Asal Usul Suku Rejang Yang ada di Propinsi Bengkulu Indonesia

Asal usul suku Rejang hingga saat ini masih belum diketahui secara jelas. Kisah-kisah mengenai suku Rejang sampai saat ini hanya didasarkan pada keterangan-keterangan ahli Tembo dan Adat Rejang. Menurut Tembo dan Adat Rejang, suku Rejang berasal dari Bedaracina yang datang ke Daerah Bengkulu melalui Pagarruyung dan menetap di suatu lembah subur, yang kemudian mereka sebut Renah Sekalawi. Orang pertama yang memimpin suku bangsa Rejang adalah Sutan Sriduni.
Setelah berkembang, keturunan rombongan pertama yang dipimpin oleh Sutan Sriduni menganggap bahwa Renah Sekalawi merupakan tanah asal-usul mereka. Dalam perkembangan selanjutnya suku Rejang terbagi dalam empat kelompok besar yang disebut Petulai. Keempat Petulai tersebut masing-masing dipimpin oleh seorang pimpinan yang disebut Ajai. Keempat Ajai tersebut adalah:
  1. Ajai Bintang, memimpin di Sadei (desa) Pelabai Lebong yang terletak di Marga Suku IX Kecamatan Lebong Utara;
  2. Ajai Siang, memimpin di Sadei Siang Lakat yang terletak di Marga Jurukalang Kecamatan Lebong Selatan;
  3. Ajai Malang, memimpin di di Sadei Bandar Agung yang terletak di Marga Suku IX Kecamatan Lebong Utara; dan
  4. Ajai Begelang Mato, memimpin di Sadei Kutai Belek Tebo, yang terletak di Marga Suku VIII Kecamatan Lebong Selatan.
Selanjutnya suku Rejang didatangi oleh empat orang bangsawan dari Kerajaan Sriwijaya yang mampu menanamkan pengaruhnya kepada suku Rejang. Keempat bangsawan ini kemudian kawin dengan puteri-puteri para Ajai dan selanjutnya diangkat menjadi pimpinan ke empat Petulai. Keempat bangsawan Sriwijaya tersebut diberi gelar Bikaw (berasal dari kata Biku atau Biksu) dan masing-masing memimpin satu kesatuan kekeluargaan yang diberi nama sesuai dengan identitas kelompok masing-masing. Para Bikaw dan kelompok masyarakatnya tersebut adalah:
  1. Bikaw Sepanjang Jiwo, memimpin Marga Tubai yang terletak di Pelabai;
  2. Bikaw Bermano, memimpin Marga Bermani yang terletak di Kutei Rukam dekat dusun Tes sekarang;
  3. Bikaw Bejenggo, memimpin marga Selupuak yang terletak di Batu Lebar dekat Anggung Rejang di Kesambe;
  4. Bikaw Bembo, memimpin marga Jurukalang yang terletak di Suka Negeri dekat Tapus (hulu Sungai Ketahun).
Keempat kelompok masyarakat di bawah pimpinan para Bikaw kemudian disebut Rejang Empat Petulai (Jang Pat Petulai), yang terdiri dari Petulai Tubai (Tubai), Petulai Jurukalang, Petulai Selupuak dan Petulai Bermani. Pada masa itu di setiap Petulai terdapat Kuteui (desa yang berdiri sendiri) sebagai suatu kelompok masyarakat hukum adat di bawah Petulai. Kepala Kuteui di sebut Tuai Kuteui dan dalam menjalankan pemerintahannya dibantu oleh Kepala Sukau/Sadei.
Dari generasi ke generasi Petulai-Petulai tersebut tersebar ke wilayah-wilayah sepanjang aliran sungai Musi, Sungai Ketahun, Sungai Kelingi, pesisir pantai, dan tempat-tempat lainnya. Dalam tembo tempat-tempat perpindahan ini disebut Sindang Empat Lawang, Sindang Beliti, Ulu Musi, Renah Pesisir dan Renah Ketahun.
Di sekitar awal abad XVII Masehi, diadakan permufakatan besar suku bangsa Rejang yang dipimpin oleh Petulai dan pecahan-pecahan Peulai dari keempat wilayah Lebong. Permufakatan besar ini bertujuan untuk membina persatuan dan kesatuan suku bangsa Rejang. Keputusan-keputusan penting dari permufakatan besar tersebut antara lain:
  1. Seluruh daerah yang didiami oleh suku bangsa Rejang dibagi dalam empat Luak, yaitu Luak Lebong, Luak Ulu Musi, Luak Lembak Beliti dan Luak Pesisir.
  2. Pecahan-pecahan Petulai Tubai di luar wilayah Lebong diakui keberadaannya dan disebut Migai (Merigi), sedang pecahan di dalam wilayah Lebong disebut Sukau Delapeun (Suku VIII) dan Sukau Semilan (Suku IX).
  3. Pemberian gelar Depati bagi para pemimpin Petulai, yaitu:
    1. Depati Pasak Bumi bagi Sapau Lanang, pemimpin Petulai Bermani di Kuteui Rukam;
    2. Depati Rajo Besar bagi Rio Tado, pemimpin Petulai Jurukalang di Tapus;
    3. Depati Tiang Alam bagi Ajai Malang, pemimpin Petulai Selupuak di Atas Tebing;
    4. Depati Kemala Ratu bagi Ki Pati, pemimpin pecahan-pecahan petulai Sukau Delapeun di Karang Anyar.
  4. Dalam bidang pertahanan dan keamanan diadakan pembagian tugas sebagai berikut:
    1. empat orang pemimpin Sindang Empat Lawang dan lima orang pemimpin Sindang Beliti menjaga ancaman musuh dari Timur;
    2. sebelas orang pemimpin dari Renah Pesisir dan tujuh orang pemimpin Renah Ketahun menjaga ancaman musuh yang datang dari laut.
Pemerintahan kolektif di seluruh suku bangsa Rejang di mulai saat ini dengan pimpinan keempat Depati tersebut bersama-sama. Oleh sebab itu, pemerintahan kolektif empat Depati ini disebut dengan istilah pemerintahan Depati Tiang Empat. Koordinator pemerintahan ini adalah Ki Pandan, pimpinan pecahan petulai Sukau Semilan yang berkedudukan di Bandar Agung dengan gelar Rajo Depati.
Selanjutnya suku bangsa Rejang memiliki satu kesatuan pimpinan adat yang dipegang oleh Depati Tiang Empat. Segala perselisihan adat atau bila ada kekacauan dilaporkan kepada Depati Tiang Empat yang memutuskan kata akhir. Demikian pula apabila ada keturunan pecahan petulai Tubai di luar Lebong mengalami kesulitan dan kekurangan akan hal adat.
Pemerintahan kolektif Depati Tiang Empat ini terus berjalan secara turun-temurun hingga sampai pada awal penjajahan Belanda (1860/1860 Masehi). Namun setelah itu secara bertahap, pemerintah penjajah mulai menghilangkan eksistensi pemerintahan Depati Tiang Empat ini.
Suku bangsa Rejang telah mengenal tulis baca karena mereka telah memiliki huruf tersendiri yang disebut oleh sebahagian ahli sebagai tulisan Rencong. Masyarakat Rejang sendiri menyebut tulisan mereka sebagai huruf Ka Ga Nga. Huruf ini dahulu dapat digunakan oleh para pemimpin suku bangsa Rejang, Palembang, Serawai, Komering dan Lampung. Perbedaan huruf Rencong dari masing-masing suku bangsa tersebut memang ada, tapi tidaklah banyak.
Klik Untuk Baca Selanjutnya >>

Minggu, 19 Desember 2010

Gratisss,mendapatkan Chip Poker di HolDem

Cara mendapatkan Chip Poker Gratis
Permainan poker sangat ngetop untuk saat ini. sehingga kata kunci cara memenangkan permainan pokercara memenangkan permainan poker, maka sekarang adalah tentang bagaimana mendapatkan chip poker gratis.
Benarkah anda akan memperoleh chip poker gratis? karena itu selesaikan bacanya jangan setengah-setengah. karena itu tingalkan dulu bisnis hosting sungguh menjanjikan jika anda saat ini menginginkan memperoleh chip poker gratis.
Agar tidak panjang lebar lagi, saya akan memberikan tips nya karena itu bacalah dengan seksama agar tujuan anda kesini tidak sia-sia.
selalu diburu para poker mania.  jika sebelumnya anda pernah membaca tulisan saya tentang

Permainan poker membutuhkan apa yang namanya chip. harga chips ini sangat mahal apalagi kita minta ke provider gamenya zyga.com perbandinganya begini 150 dollar untuk 5 M chips.
Tapi tenang, untuk mendapatkan chip gratis itu ternyata gampang – gampang susah. gampangnya ketika anda beruntung susahnya jika tidak beruntung. :)
langkah2nya sebagai berikut
1. Masuk aja ke game Poker
2. Setelah itu scrool ke paling bawah,,,
3. Disitu ada tulisan instal these app to get free chips
4. Instal aplikasinya dengan klik 2 kali
5. Kembali ke Texax holdem
6. Dapatkan Chips gratis 1k alias 1000 chips…
7. Kembali bermain dan gunakan chips gratis tersebut.
Memang  chips tersebut tidak bisa main di meja 1 M, karena itu manfaatkanlah.
teman teman harus bisa memainkan chips dengan benar sehingga anda bisa memainkan meja 1 M.
Selamat Mencoba. Semoga sukses
Klik Untuk Baca Selanjutnya >>

Sabtu, 27 November 2010

Apakah Ada Pengganti Bumi....?

Bumi bukan satu-satunya tempat di Tata Surya yang memiliki oksigen. Rhea, satelit dari Planet Saturnus ternyata kaya akan oksigen. Saturnus merupakan planet terbesar kedua di Galaksi Bima Sakti, setelah Jupiter. Planet gas ini memiliki 62 bulan, dengan Titan sebagai satelit terbesar.
Pesawat milik Badan Antariksa Amerika Serikat NASA, Cassini, melintas dekat orbit Rhea Maret lalu. Pesawat tanpa awak itu mendapati bulan dingin tersebut memiliki atmosfer yang mengandung oksigen.
Ini merupakan tempat ketiga di luar Bumi yang memiliki oksigen. Dua bulan milik Jupiter, Europa dan Ganymede, juga kaya akan oksigen. Baik dua satelit itu maupun Rhea sama-sama diselimuti es. 
 Hal ini membuat peneliti membuat kesimpulan sementara bahwa satelit es mengandung oksigen. "Fakta semakin banyaknya temuan tempat beroksigen sangat menggembirakan," ujar Ben Teolis, Kepala Penelii Southwest Research Institute kepada Space.com.  Dari temuan sebelumnya di Jupiter, oksigen muncul dari es. "Dari es, pecah jadi hidrogen dan oksigen," katanya. Teolis menduga proses yang sama terjadi di Saturnus.
 Seluruh permukaan Rhea tertutup es dengan garis tengah 1.529 kilometer. Dari pengamatannya di ketinggian 502 kilometer dari permukaan, Cassini mendapati 70 persen atmosfer Rhea terdiri atas oksigen dan sisanya karbondioksida. Namun kadar oksigennya terlalu rendah, lima triliun kali lebih rendah ketimbang di Bumi. 

 Cassani dijadwalkan akan kembali ke Rhea Januari mendatang. Kali ini akan lebih dekat dengan permukaan, yaitu 75 kilometer di atas kutub selatan bulan itu.
Sumber :
www.tempointeraktif.com
Klik Untuk Baca Selanjutnya >>